Commons Sight – Pasar tokenisasi aset atau real world asset (RWA) berbasis blockchain menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data terbaru dari rwa.xyz mencatat nilai tokenisasi RWA secara on-chain telah mencapai 25,03 miliar dollar AS atau sekitar Rp 423 triliun. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset dunia nyata yang direpresentasikan dalam bentuk digital. Tokenisasi memungkinkan kepemilikan saham, obligasi, komoditas, hingga properti dikonversi menjadi token berbasis blockchain yang bisa diperdagangkan secara global. Di tengah perkembangan ini, platform investasi kripto PT Pintu Kemana Saja (PINTU) mengambil langkah strategis dengan menambah pilihan aset tokenisasi global bagi penggunanya. Momentum ini menandai babak baru dalam integrasi antara dunia keuangan tradisional dan teknologi blockchain.
PINTU Listing 10 Aset Global Terkenal
Pada periode Februari hingga Maret 2026, PINTU melisting 10 tokenized assets global yang dapat diperdagangkan melalui aplikasinya. Deretan aset tersebut mencakup nama-nama besar seperti Mastercard, JPMorgan Chase, Chevron, Advanced Micro Devices, hingga PepsiCo. Selain itu, terdapat pula Exchange Traded Fund (ETF) seperti iShares 20+ Year Treasury Bond ETF dan iShares Core US Aggregate Bond ETF. Langkah ini membuka akses lebih luas bagi investor ritel Indonesia untuk berpartisipasi dalam pasar global melalui representasi token di blockchain. Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, menyatakan bahwa penambahan ini merupakan upaya menghadirkan diversifikasi yang lebih komprehensif. Dengan demikian, investor tidak hanya terpaku pada proyek kripto, tetapi juga bisa menjangkau instrumen global dalam format digital.
“Baca Juga : Dari Padel hingga Kardio: Tren Olahraga 2025 yang Menjadi Gaya Hidup“
Tokenisasi Membuka Akses Investasi Global
Tokenisasi merupakan proses representasi hak kepemilikan suatu aset dalam bentuk token digital yang tercatat di jaringan blockchain. Melalui pendekatan ini, aset seperti saham, obligasi, emas, dan perak dapat diakses dengan lebih fleksibel. Teknologi blockchain memungkinkan pencatatan transaksi yang transparan serta verifikasi yang terbuka. Selain itu, proses penyelesaian transaksi dinilai lebih efisien dibanding sistem konvensional. Kehadiran tokenisasi juga mempermudah investor dalam melakukan diversifikasi lintas sektor dan wilayah. Investor kripto kini dapat membangun portofolio yang mencakup berbagai kelas aset tanpa harus membuka rekening di berbagai platform luar negeri. Dengan akses yang lebih sederhana melalui aplikasi, peluang investasi global menjadi semakin inklusif dan terjangkau bagi masyarakat luas.
Lebih dari 300 Aset Tersedia di PINTU
Dengan tambahan 10 tokenisasi terbaru, kini terdapat lebih dari 300 aset kripto yang dapat diperdagangkan di aplikasi PINTU. Portofolio ini mencakup aset berbasis proyek blockchain maupun tokenized asset yang merepresentasikan instrumen keuangan global. Iskandar menegaskan bahwa perusahaan akan terus memperluas pilihan aset seiring perkembangan pasar. Strategi ini mencerminkan respons terhadap permintaan investor yang semakin menginginkan variasi dan fleksibilitas dalam pengelolaan portofolio. Di tengah volatilitas pasar kripto, diversifikasi menjadi kunci penting untuk menjaga keseimbangan risiko. Oleh karena itu, akses terhadap tokenisasi saham dan ETF global dapat menjadi alternatif yang relevan. Platform digital kini bukan sekadar tempat jual beli kripto, melainkan gerbang menuju ekosistem investasi yang lebih luas.
“Baca Juga : Servis Gratis dan Uluran Tangan Negara: Cara Polri Membantu Warga Bangkit dari Banjir Sumatera“
Peran Institusi dalam Mendorong Pertumbuhan
Pertumbuhan pasar tokenisasi RWA juga didorong oleh partisipasi institusi besar. Dalam konferensi Consensus Hong Kong, tokenisasi disebut sebagai salah satu topik utama yang mendapat perhatian serius. Banyak pihak menilai teknologi blockchain mampu meningkatkan efisiensi operasional serta transparansi transaksi. Dengan catatan yang tersimpan secara permanen di jaringan terdistribusi, risiko manipulasi data dapat diminimalkan. Institusi keuangan global mulai melihat tokenisasi sebagai sarana modernisasi sistem keuangan tradisional. Partisipasi ini memberikan legitimasi tambahan terhadap tren RWA. Seiring meningkatnya kepercayaan institusional, adopsi oleh investor ritel pun diperkirakan ikut tumbuh. Dinamika ini menciptakan ekosistem yang semakin matang dan terintegrasi.
Menuju Ekosistem Investasi Digital yang Lebih Inklusif
Perkembangan pasar tokenisasi aset menunjukkan bahwa batas antara aset fisik dan digital semakin tipis. Investor kini dapat mengakses saham perusahaan global atau ETF melalui token di aplikasi seluler. Transformasi ini menghadirkan peluang baru sekaligus tantangan regulasi yang perlu diantisipasi. PINTU melihat potensi besar dalam sektor ini dan berkomitmen menghadirkan pilihan aset yang relevan. Dengan nilai pasar yang telah menembus Rp 423 triliun, tokenisasi RWA bukan lagi sekadar eksperimen teknologi, melainkan bagian dari arus utama keuangan modern. Bagi investor Indonesia, langkah ini membuka pintu menuju diversifikasi lintas negara tanpa hambatan geografis yang rumit. Di tengah perubahan lanskap finansial, tokenisasi menjadi simbol evolusi cara manusia berinvestasi di era digital.