Commons Sight – Belakangan ini, beredar informasi yang menyebut bahwa vaksin Human Papillomavirus (HPV) dapat menyebabkan kemandulan. Bahkan, ada klaim bahwa vaksin ini bisa mempercepat menopause dini. Informasi tersebut telah diklarifikasi oleh para ahli medis. Berdasarkan penelitian ilmiah, vaksin HPV aman dan tidak memiliki efek samping seperti yang disebutkan dalam hoaks tersebut. Vaksin ini justru penting untuk mencegah kanker serviks dan penyakit lainnya.
Vaksin HPV adalah imunisasi yang dirancang untuk mencegah infeksi virus Human Papillomavirus. Virus ini merupakan penyebab utama kanker serviks, kutil kelamin, dan beberapa jenis kanker lainnya. Vaksin diberikan pada remaja dan orang dewasa untuk melindungi tubuh dari virus berbahaya ini. Dengan pemberian vaksin yang tepat, risiko terkena kanker serviks bisa berkurang secara signifikan.
“Baca Juga : GERD Bisa Kambuh! Hindari Makanan Ini Saat Lebaran”
Banyak hoaks seputar vaksin HPV beredar di media sosial. Salah satu alasan utamanya adalah kurangnya edukasi mengenai cara kerja vaksin. Beberapa orang percaya bahwa vaksin ini bisa mengganggu sistem reproduksi karena diberikan kepada perempuan muda. Padahal, bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh agar mampu melawan infeksi virus, bukan mengganggu kesuburan.
Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk membuktikan keamanan. Hasilnya, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa vaksin ini menyebabkan kemandulan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai lembaga kesehatan global telah memastikan bahwa vaksin HPV aman untuk diberikan. Efek samping yang umum hanya bersifat ringan, seperti nyeri di area suntikan atau demam ringan.
“Simak juga: Investor Resah: Apa yang Sebenarnya Terjadi dalam Perang Dagang?”
Klaim bahwa vaksin HPV bisa menyebabkan menopause dini juga tidak berdasar. Menopause dini terjadi karena faktor genetik, gangguan hormon, atau kondisi medis tertentu. Tidak ada hubungan antara dan gangguan fungsi ovarium. Justru, vaksin ini membantu perempuan menjaga kesehatannya dengan mencegah penyakit yang berbahaya di masa depan.
Tanpa vaksin, risiko terkena kanker serviks akan meningkat. Kanker serviks adalah salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan. Selain itu, infeksi HPV juga bisa menyebabkan berbagai penyakit lainnya. Oleh karena itu, imunisasi HPV sangat dianjurkan untuk melindungi diri dari virus yang berbahaya ini.
Masyarakat perlu lebih selektif dalam menerima informasi kesehatan. Jangan mudah percaya dengan berita yang tidak memiliki dasar ilmiah. Jika ragu, selalu periksa sumber informasi dari lembaga kesehatan yang kredibel. Edukasi mengenai vaksin harus terus dilakukan agar semakin banyak orang yang mendapatkan manfaatnya.