Commons Sight – Lebaran selalu identik dengan makanan lezat dan berlimpah. Namun, bagi penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), konsumsi makanan tertentu bisa memicu naiknya asam lambung. Jika tidak berhati-hati, perayaan Lebaran yang seharusnya menyenangkan bisa berubah menjadi momen tidak nyaman. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui makanan yang harus dihindari agar kesehatan tetap terjaga.
Makanan berlemak tinggi sering menjadi pemicu utama GERD. Hidangan khas Lebaran seperti rendang, opor ayam, dan gulai mengandung banyak lemak serta santan. Lemak yang berlebihan memperlambat pencernaan, sehingga meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan. Santan juga dapat memicu produksi asam berlebih, membuat perut terasa tidak nyaman. Penderita GERD sebaiknya membatasi konsumsi makanan bersantan atau memilih alternatif yang lebih ringan.
“Baca Juga : Ioniq 5 Limited Edition Hadir dengan Sentuhan Batik Khas Indonesia”
Makanan pedas sering kali menggugah selera, tetapi bisa menjadi musuh bagi penderita GERD. Cabai dan rempah tertentu dapat merangsang produksi asam lambung berlebih. Akibatnya, muncul sensasi terbakar di dada serta nyeri ulu hati. Jika ingin tetap menikmati makanan pedas, konsumsilah dalam jumlah kecil. Hindari makanan yang terlalu banyak cabai agar lambung tetap nyaman.
Saat Lebaran, kopi dan teh sering disajikan sebagai teman berbincang. Namun, kafein dalam minuman ini bisa melemahkan katup esofagus, sehingga asam lambung lebih mudah naik. Minuman bersoda juga harus dihindari karena dapat meningkatkan produksi gas dalam perut. Gas yang berlebihan dapat memicu perut kembung dan memperparah refluks. Sebaiknya, pilih air putih atau jus non-asam sebagai alternatif.
“Simak juga: Realme 14 Pro Resmi Diperkenalkan, Punya Cangkang Unik dan Fitur Canggih”
Kue Lebaran seperti nastar, kastengel, dan putri salju memiliki kandungan gula dan lemak tinggi. Gula berlebihan bisa meningkatkan produksi asam lambung, sementara lemak membuat pencernaan lebih lambat. Selain itu, cokelat yang sering digunakan dalam makanan manis mengandung theobromine, senyawa yang dapat melemaskan otot sfingter esofagus bagian bawah. Ini menyebabkan asam lambung lebih mudah naik. Agar aman, penderita GERD sebaiknya membatasi konsumsi makanan manis.
Selain jenis makanan, pola makan juga berperan penting dalam mencegah GERD kambuh. Hindari makan dalam porsi besar karena perut yang terlalu penuh bisa meningkatkan tekanan pada lambung. Sebaiknya, makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Jangan langsung berbaring setelah makan, karena posisi ini dapat mempercepat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Beri jeda minimal dua hingga tiga jam sebelum berbaring agar makanan dapat dicerna dengan baik.