Commons Sight – Elon Musk dan Pavel Durov baru-baru ini mengkritik WhatsApp, aplikasi pesan yang dimiliki Meta Platforms, terkait masalah privasi dan keamanan. Kedua tokoh besar di dunia teknologi ini sepakat untuk menyoroti potensi kelemahan dalam sistem enkripsi WhatsApp. Kritik mereka muncul setelah kabar mengenai gugatan yang diajukan terhadap Meta oleh sejumlah penggugat dari berbagai negara. Mereka menuduh Meta membuat klaim palsu mengenai tingkat keamanan WhatsApp dan menyebutkan bahwa Meta bisa saja mengakses percakapan pengguna. Seiring dengan berkembangnya teknologi, kekhawatiran tentang privasi ini semakin mengemuka.
Gugatan Hukum: Tuduhan Pelanggaran Privasi WhatsApp
Gugatan yang diajukan oleh penggugat dari beberapa negara seperti Australia, India, dan Brasil menuding WhatsApp telah melanggar privasi pengguna. Mereka mengatakan bahwa klaim enkripsi end-to-end WhatsApp tidak sepenuhnya dapat dipercaya. Bahkan, mereka menyatakan bahwa Meta memiliki akses untuk melihat percakapan yang terjadi di aplikasi tersebut. Berita gugatan ini tersebar luas, dan Elon Musk pun turut merespons dengan memposting komentar kritis di platform X miliknya. Dia mengajak pengikutnya untuk berhati-hati menggunakan aplikasi pesan ini, bahkan menyarankan untuk beralih ke aplikasi lain yang lebih aman.
“Baca Juga : Samsung Hadirkan Galaxy Z Flip 7 Edisi Olimpiade untuk Atlet di Milano Cortina 2026“
Komentar Elon Musk: WhatsApp Tidak Aman, Pilih X Chat
Dalam salah satu postingannya, Elon Musk secara tegas menyatakan, “WhatsApp enggak aman. Bahkan Signal sekalipun dipertanyakan.” Dia juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan X Chat, fitur percakapan baru di platform X, yang dianggapnya lebih aman dibandingkan WhatsApp. Musk berargumen bahwa meskipun Signal dikenal dengan tingkat keamanan yang lebih tinggi, X Chat menawarkan kenyamanan dan perlindungan yang lebih baik dalam percakapan pribadi. Walaupun aplikasi ini masih baru dan belum sepopuler WhatsApp, Musk menegaskan pentingnya mencari alternatif yang lebih aman.
Pavel Durov Bergabung dalam Kritik terhadap WhatsApp
Pavel Durov, CEO Telegram, juga ikut mengkritik WhatsApp dengan nada yang hampir sama. Durov menyatakan bahwa pada 2026, sangat tidak masuk akal jika seseorang masih percaya bahwa WhatsApp benar-benar aman. Ia mengungkapkan temuan yang menunjukkan bahwa implementasi enkripsi WhatsApp masih memiliki celah yang bisa dieksploitasi. Durov, yang juga pendiri Telegram, menambahkan bahwa meskipun Telegram menawarkan enkripsi yang lebih kuat, aplikasi ini terus berusaha memperbaiki fitur keamanannya. Musk pun setuju dengan kritik yang dilontarkan Durov, menegaskan bahwa apa yang disampaikan Durov memang benar.
“Baca Juga : Caviar Rilis Robot Humanoid Super Mewah, Punya “Skin” Emas“
WhatsApp dan Keamanan yang Dipertanyakan
Keamanan WhatsApp memang sering kali menjadi perdebatan hangat. Di satu sisi, WhatsApp menawarkan enkripsi end-to-end yang diiklankan sebagai fitur keamanan utama. Namun, dengan gugatan yang mengguncang kepercayaan publik, banyak pengguna yang mulai meragukan klaim tersebut. Beberapa aplikasi pesaing seperti Signal dan Telegram semakin menarik perhatian karena menekankan pada privasi dan keamanan yang lebih transparan. Sementara itu, WhatsApp terus berupaya memperbaiki sistem keamanannya agar tetap dapat dipercaya oleh penggunanya.
Perbandingan dengan Aplikasi Lain: Signal dan Telegram
Signal dan Telegram telah lama dikenal sebagai alternatif WhatsApp dengan tingkat keamanan yang lebih baik. Signal, dengan klaim enkripsi yang lebih kuat, sering kali menjadi pilihan bagi mereka yang mengutamakan privasi. Di sisi lain, Telegram, meskipun tidak sepenuhnya menggunakan enkripsi end-to-end, menawarkan kontrol lebih besar kepada penggunanya dalam hal privasi. Dengan semakin banyaknya kritik terhadap WhatsApp, pengguna mulai mencari aplikasi pesan yang lebih transparan dan aman. Hal ini semakin memperkuat posisi Signal dan Telegram sebagai pesaing serius WhatsApp di pasar aplikasi pesan.
Dampak Kritik terhadap Pengguna WhatsApp
Kritik yang disampaikan oleh Musk dan Durov memberikan dampak yang cukup besar terhadap persepsi publik terhadap WhatsApp. Pengguna yang peduli dengan privasi mulai mempertimbangkan untuk beralih ke aplikasi lain yang lebih aman. Walaupun WhatsApp tetap menjadi pilihan utama bagi banyak orang, masalah privasi ini membuka peluang bagi aplikasi lain untuk mengambil alih posisi WhatsApp sebagai aplikasi pesan pilihan. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya privasi digital, pengguna akan semakin cerdas dalam memilih aplikasi yang tepat untuk berkomunikasi.