Commons Sight – Pada pelantikan 27 pejabat eselon II di Kementerian Keuangan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya kebijakan fiskal yang tepat dalam menjaga dan mendorong permintaan domestik. Terutama di tengah ketegangan geopolitik global yang semakin kompleks, kebijakan ini menjadi kunci untuk memperkuat perekonomian Indonesia. Dengan kebijakan fiskal yang strategis, permintaan domestik yang besar bisa menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, mengarah pada Indonesia yang lebih maju.
Pengaruh Produk Ilegal terhadap Pasar Domestik
Purbaya juga mengingatkan, pasar domestik Indonesia berpotensi besar namun rentan terhadap ancaman barang ilegal yang masuk melalui jalur tak sah. Jika pasar dipenuhi produk ilegal, perusahaan lokal akan kesulitan bersaing secara sehat. Hal ini, menurut Purbaya, bisa mengancam keberlangsungan bisnis dalam negeri dan merusak keseimbangan pasar. Oleh karena itu, kebijakan fiskal harus dilengkapi dengan pengawasan yang ketat terhadap barang-barang yang masuk ke Indonesia, guna melindungi pasar dari persaingan tidak sehat.
“Baca Juga : Dari Padel hingga Kardio: Tren Olahraga 2025 yang Menjadi Gaya Hidup“
Peran Strategis Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Dalam menjaga stabilitas pasar domestik, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memegang peran penting. Purbaya menegaskan bahwa lembaga ini harus proaktif dalam mengatasi masuknya barang ilegal. Dengan pengawasan yang ketat, Bea dan Cukai bisa melindungi pasar Indonesia dari praktik yang merugikan perusahaan lokal. Purbaya berharap, Bea dan Cukai dapat memastikan bahwa pasar domestik tetap sehat dan adil bagi semua pihak.
Pelantikan Pejabat Kemenkeu sebagai Amanah Negara
Purbaya juga menekankan bahwa pelantikan pejabat bukan sekadar acara seremonial. Tugas yang diberikan adalah amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Para pejabat yang dilantik harus menyadari bahwa posisi mereka bukan hanya formalitas, tetapi tugas besar yang berdampak langsung pada kepentingan publik. Dengan menjalankan amanah ini, mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi Indonesia.
“Baca Juga : Janji Setia Bahlil dan Arah Politik Golkar di Era Prabowo-Gibran“
Purbaya Ingatkan Tentang Tanggung Jawab Besar dalam Menjaga Ekonomi
Purbaya mengingatkan bahwa tanggung jawab yang diemban oleh para pejabat Kemenkeu sangat besar. Mereka harus menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, sambil memastikan kebijakan fiskal yang diterapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Tidak hanya mengenai angka ekonomi, namun juga mengenai kesejahteraan masyarakat. Para pejabat ini harus siap menjalankan tugas dengan integritas dan dedikasi tinggi.
Menghadapi Tantangan Geopolitik dengan Kebijakan Fiskal yang Tepat
Di tengah ketegangan geopolitik global, Purbaya juga menekankan perlunya kebijakan fiskal yang tangguh untuk melindungi ekonomi Indonesia. Perubahan kebijakan ekonomi dari negara-negara besar sering mempengaruhi perekonomian dalam negeri. Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk memiliki kebijakan yang mampu bertahan dan tetap stabil, meski dihadapkan pada guncangan dari luar. Kebijakan fiskal yang tepat akan menjadi penopang ekonomi Indonesia dalam menghadapi ancaman eksternal.
Komitmen Kemenkeu dalam Mendorong Ekonomi Indonesia
Purbaya menegaskan komitmen Kementerian Keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meskipun tantangan besar menghadang, Kemenkeu akan memastikan kebijakan fiskal yang diterapkan dapat memperkuat ekonomi domestik. Dengan kebijakan yang tepat, Indonesia bisa tetap bersaing di pasar global dan mencapai tujuannya untuk menjadi negara maju. Komitmen ini diharapkan akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik dan lebih stabil.