Commons Sight – Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah mengunggah chat pribadi yang memuat percakapan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Sekjen NATO, Mark Rutte. Chat yang dibagikan oleh Trump di platform media sosial Truth Social membahas beberapa isu sensitif, salah satunya soal keinginannya untuk mencaplok Greenland. Ini bukan kali pertama Trump membuat pernyataan kontroversial terkait Greenland, yang sempat menjadi sorotan dunia beberapa waktu lalu.
Tangkapan Layar Chat dengan Macron
Pada 19 Januari 2026, Trump mengunggah chat yang diklaim berasal dari Presiden Macron. Pesan tersebut membahas rencana untuk mengadakan pertemuan terkait beberapa isu internasional, termasuk masalah Greenland. Macron menyarankan untuk mengadakan pertemuan di Paris, setelah Davos, untuk membahas beberapa negara, termasuk Denmark yang memiliki wilayah Greenland. Sementara itu, Macron juga menawarkan kesempatan untuk berbicara lebih lanjut tentang pertemuan di Paris sebelum Trump kembali ke AS.
“Baca Juga : Benua Biru Dalam Bahaya, 27 Pemimpin Eropa Siapkan Rencana Perang Dunia III“
Pujian dari Sekjen NATO, Mark Rutte
Selain percakapan dengan Macron, Trump juga mengungkapkan chat pribadi dengan Sekjen NATO, Mark Rutte. Dalam pesan yang diunggah pada 20 Januari 2026, Rutte memuji pencapaian Trump dalam menangani situasi di Suriah, Gaza, dan Ukraina. Rutte juga menunjukkan komitmennya untuk mencari jalan keluar terkait isu Greenland, yang menjadi perhatian Trump. Pesan-pesan ini menggambarkan hubungan yang cukup dekat antara Trump dan beberapa pemimpin dunia, meskipun tidak lepas dari kontroversi.
Kritik Terhadap Keputusan Trump Unggah Chat Pribadi
Tindakan Trump yang mengungkapkan chat pribadi ini menuai kritik dari banyak kalangan, terutama pakar diplomasi. Mereka menganggap bahwa langkah ini mencerminkan pelanggaran terhadap norma-norma diplomasi internasional. Tindakan Trump ini disebut sebagai bentuk ekstrem dari “megaphone diplomacy”, yakni cara berkomunikasi yang lebih mengutamakan publikasi dan sensasi daripada membahas isu dengan cara yang lebih tertutup dan diplomatis.
“Baca Juga : Dunia di Ambang Konflik: Negara-Negara yang Dinilai Paling Aman Jika Perang Global Meletus“
Isu Greenland: Ambisi yang Tak Kunjung Surut
Isu Greenland kembali mencuat dalam percakapan ini. Keinginan Trump untuk menguasai wilayah Greenland telah lama menjadi topik pembicaraan hangat, terutama setelah usulannya untuk membeli Greenland dari Denmark. Meskipun ditolak oleh pihak Denmark, ambisi Trump terhadap wilayah tersebut tetap menjadi isu yang tidak pernah sepenuhnya hilang. Dalam chat dengan Macron dan Rutte, Trump menunjukkan bahwa isu ini masih tetap relevan dalam percakapan internasionalnya.
Dampak Terhadap Hubungan Internasional
Unggahan chat pribadi ini bisa mempengaruhi hubungan internasional antara AS dan negara-negara Eropa, terutama dalam konteks diplomasi yang sering kali bergantung pada kerahasiaan dan saling menghormati. Meski Trump mungkin merasa bahwa langkah ini diperlukan untuk menunjukkan ketegasan, banyak pihak yang menilai bahwa ini bisa merusak citra AS di mata dunia. Keputusan untuk mengungkapkan percakapan pribadi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang etika dalam berkomunikasi antar pemimpin dunia.