Commons Sight – Penggunaan earphone sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang mengandalkan perangkat ini untuk mendengarkan musik, menonton video, hingga mengikuti rapat daring. Namun, ada risiko kesehatan yang harus diperhatikan, terutama bagi telinga. Dokter Spesialis THT-KL, dr. Harim Priyono, mengingatkan bahwa paparan suara keras dalam durasi lama dapat merusak pendengaran. Ketika menggunakan earphone, suara langsung masuk ke telinga, dan jika volumenya terlalu tinggi, hal itu bisa menyebabkan gangguan pendengaran yang bersifat permanen.
Paparan Suara Keras Bisa Merusak Pendengaran
Menurut dr. Harim, gangguan pendengaran yang disebabkan oleh suara keras tidak bersifat konduktif, tetapi sensori neural. Gangguan jenis ini terjadi pada sel rambut di koklea, bagian dalam telinga yang bertanggung jawab mengubah suara menjadi sinyal yang diteruskan ke otak. Jika sel rambut ini rusak akibat paparan suara keras yang terus-menerus, kemampuan pendengaran akan menurun dan tidak bisa kembali seperti semula. Oleh karena itu, penting untuk lebih bijak dalam menggunakan earphone agar kesehatan telinga tetap terjaga.
“Baca Juga : Snack Vegan yang Lezat dan Bergizi: Camilan Sehat untuk Gaya Hidup Nabati“
Mengapa Aturan 60-60 Penting?
Untuk mencegah gangguan pendengaran, dr. Harim menyarankan untuk mengikuti aturan 60-60. Aturan ini menyarankan agar volume earphone tidak melebihi 60% dari kapasitas maksimal perangkat. Selain itu, durasi penggunaan earphone juga tidak boleh lebih dari 60 menit berturut-turut. Setelah satu jam, telinga perlu diberi waktu istirahat. Istirahatkan telinga sekitar 15 menit sebelum kembali menggunakan earphone. Dengan cara ini, telinga dapat beristirahat dan menghindari kerusakan akibat paparan suara yang terus-menerus.
Pentingnya Istirahat untuk Telinga
Telinga juga membutuhkan waktu untuk pulih setelah terpapar suara yang terus-menerus. Memberikan jeda waktu 15 menit setelah menggunakan earphone selama 60 menit sangat penting. Hal ini memungkinkan telinga untuk mengembalikan keseimbangan dan mengurangi stres pada sel-sel pendengaran. Tanpa istirahat yang cukup, risiko kerusakan permanen pada pendengaran akan semakin besar. Oleh karena itu, membiasakan diri dengan aturan 60-60 adalah langkah bijak dalam menjaga kesehatan telinga.
“Baca Juga : Minyak Zaitun dalam Diet Mediterania: Fakta vs Mitos yang Perlu Anda Ketahui“
Alternatif Teknologi Earphone yang Lebih Aman
Selain mengatur volume dan durasi, perkembangan teknologi juga menyediakan alternatif yang lebih aman untuk telinga. Salah satunya adalah earphone dengan teknologi bone conduction. Teknologi ini bekerja dengan mengirimkan suara melalui getaran tulang di sekitar telinga, bukan melalui liang telinga seperti earphone biasa. Dengan demikian, suara tidak langsung diteruskan ke telinga bagian dalam. Teknologi ini dapat mengurangi paparan suara keras langsung pada koklea, membantu menjaga kesehatan pendengaran lebih baik.
Menggunakan Earphone Secara Bijak
Meskipun teknologi bone conduction menawarkan solusi yang lebih aman, dr. Harim tetap menekankan bahwa penggunaan perangkat audio perlu dibatasi. Menggunakan earphone dalam waktu lama dengan volume tinggi tetap berisiko merusak pendengaran, bahkan dengan teknologi baru. Oleh karena itu, tetap penting untuk mengikuti aturan 60-60 dan memberikan waktu istirahat pada telinga. Selain itu, pastikan untuk memilih perangkat yang sesuai dengan kebutuhan dan tetap jaga volume pada level yang aman.