Commos Sight – Harga RAM dunia sedang berada di fase yang tidak nyaman bagi banyak orang. Sejak tahun lalu, kelangkaan pasokan memori global membuat harga Random Access Memory (RAM) naik tajam, terutama untuk kebutuhan server dan perangkat profesional. Bagi konsumen, dampaknya terasa nyata: harga upgrade PC semakin mahal, biaya produksi laptop meningkat, dan pasar komponen terasa lebih “kering”. Selain itu, permintaan juga ikut mendorong situasi makin panas. Kebutuhan AI, pusat data, hingga komputasi cloud membuat produsen besar kewalahan menyeimbangkan suplai. Di tengah situasi seperti ini, pasar biasanya bergerak satu arah: harga naik bersama-sama. Namun, kejutan datang dari China. Produsen DRAM bernama ChangXin Memory Technologies (CXMT) justru menjual RAM dengan harga yang jauh lebih murah dari rata-rata global. Dan ketika semua orang menahan napas, langkah ini terasa seperti anomali yang menantang logika pasar.
CXMT Menjual DDR4 ECC 32 GB dengan Harga Setengah Pasar
Di saat modul RAM kelas server seperti DDR4 ECC 32 GB dijual mahal secara global, CXMT menawarkan harga yang mengejutkan. Modul tersebut dipasarkan sekitar 138 dollar AS, atau kurang lebih Rp 2,1 juta. Sementara itu, harga rata-rata global untuk produk serupa masih berada di kisaran 300 hingga 400 dollar AS, bahkan bisa lebih. Perbedaan ini bukan sekadar diskon kecil, melainkan gap besar yang membuat banyak pelaku industri bertanya-tanya. Selain itu, harga murah ini terasa seperti “serangan” ke pasar yang sedang rapuh. Bagi pembeli di China, ini tentu kabar baik. Namun bagi vendor global, strategi seperti ini bisa dianggap ancaman. Di sisi lain, bagi konsumen internasional, muncul rasa penasaran: apakah ini awal perang harga memori? Atau hanya strategi lokal yang tidak akan menyebar ke luar China? Pertanyaan ini membuat isu RAM mendadak terasa lebih politis daripada teknis.
“Baca Juga : Tecno Pova Curve 2 Meluncur, Andalkan Baterai 8.000 mAh dengan Harga Rp 5 Jutaan“
Harga Murah Tidak Selalu Berarti Teknologi Selevel Samsung dan Micron
Meski agresif dari sisi harga, CXMT masih menghadapi tantangan besar dalam hal teknologi. Banyak analis menilai kualitas DRAM CXMT belum bisa menandingi raksasa memori seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology. Perbedaannya terlihat pada aspek konsumsi daya, efisiensi desain, serta performa jangka panjang. Selain itu, reputasi dan reliabilitas produk memori tidak dibangun dalam satu atau dua tahun. Vendor besar sudah melewati puluhan tahun pengujian, sertifikasi, dan pengalaman menghadapi kebutuhan industri kelas berat. Karena itu, harga murah CXMT mungkin menarik, tetapi tidak otomatis membuat perusahaan tersebut langsung menjadi pilihan utama di pasar global. Di titik ini, CXMT tampak seperti pemain yang sedang berlari cepat mengejar jarak. Namun, mereka tetap harus membuktikan bahwa produk murahnya tidak hanya cocok untuk pasar domestik, tetapi juga tahan uji di ekosistem teknologi internasional yang jauh lebih ketat.
Diskon Ini Disebut Masih Terbatas di Pasar Domestik China
Salah satu detail penting yang sering terlewat adalah fakta bahwa harga murah CXMT saat ini tercatat hanya berlaku di pasar domestik China. Artinya, angka tersebut belum mencerminkan kondisi harga internasional. Selain itu, kondisi pasar China memang unik. Pemerintah mendukung industri semikonduktor dalam negeri, permintaan lokal sangat besar, dan banyak kebijakan yang mendorong substitusi produk impor. Karena itu, harga di China bisa berbeda jauh dibanding negara lain. Banyak analis juga memperkirakan pasar memori global akan tetap terfragmentasi, dengan perbedaan harga tajam antara China dan luar China. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga soal regulasi dan geopolitik. Di sisi lain, fragmentasi ini bisa menciptakan dua dunia teknologi: satu dengan harga lebih murah namun terbatas, dan satu lagi dengan harga tinggi tetapi lebih terbuka secara global. Untuk konsumen, ini seperti menyaksikan teknologi menjadi arena yang makin terpisah.
“Baca Juga : Samsung Galaxy A07 5G Resmi Hadir di Indonesia, Ponsel Rp 2 Jutaan dengan Baterai 6.000 mAh“
CXMT Tumbuh Cepat, Pangsa Pasarnya Sudah Menyentuh 4–5 Persen
Walau masih dianggap “penantang”, CXMT bukan pemain kecil yang bisa diremehkan. Perusahaan ini berkembang pesat sejak mulai produksi massal beberapa tahun lalu. Bahkan pada 2025, pangsa pasar global CXMT diperkirakan sudah mencapai sekitar 4 hingga 5 persen setelah ekspansi kapasitas produksi. Angka ini mungkin belum menyaingi raksasa memori, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa China serius membangun kemandirian DRAM. Selain itu, langkah CXMT menjual murah bisa dibaca sebagai strategi mempercepat penetrasi pasar. Dengan harga yang jauh lebih rendah, CXMT bisa menarik pembeli industri domestik, memperluas basis pengguna, dan mempercepat feedback produk. Dalam dunia semikonduktor, skala produksi sering menjadi kunci. Semakin besar produksi, semakin cepat teknologi berkembang. Karena itu, pertumbuhan CXMT bukan sekadar cerita bisnis, tetapi juga cerita ambisi nasional. Dan ambisi itu sedang berjalan dengan tempo yang tidak lambat.
Target HBM untuk AI: CXMT Mulai Mengincar Pasar Masa Depan
Yang membuat CXMT semakin menarik adalah arah pengembangannya. Perusahaan ini disebut tengah menyiapkan teknologi generasi berikutnya, termasuk memori High-Bandwidth Memory (HBM). HBM adalah jenis memori yang sangat penting untuk server dan kecerdasan buatan (AI), terutama untuk GPU dan komputasi berat. Selain itu, kebutuhan AI global sedang naik gila-gilaan, sehingga pasar HBM menjadi ladang emas baru. Jika CXMT berhasil masuk ke sektor ini, maka posisinya akan jauh lebih strategis. Namun, jalan menuju HBM tidak mudah. Dibutuhkan teknologi produksi yang sangat presisi, kualitas tinggi, serta akses ke alat manufaktur semikonduktor canggih. Meski begitu, rencana ini menunjukkan bahwa CXMT tidak ingin selamanya bermain di DDR4 murah. Mereka ingin naik kelas. Dan jika berhasil, persaingan memori global akan memasuki fase baru yang lebih panas, lebih kompleks, dan lebih berisiko bagi pemain lama.
Geopolitik dan Entity List: Hambatan Terbesar CXMT Bukan Kompetitor
Di balik semua strategi bisnis itu, CXMT menghadapi satu ancaman yang jauh lebih besar daripada kompetitor: geopolitik. Laporan Reuters menyebut analis Citi memperkirakan CXMT ingin menggandakan produksi DDR5 tahun depan. Namun, rencana tersebut berpotensi terhambat oleh pembatasan teknologi dari Amerika Serikat. Pemerintah AS sudah membatasi akses China terhadap peralatan dan teknologi canggih untuk produksi semikonduktor. Bahkan, AS dilaporkan mempertimbangkan memasukkan CXMT ke dalam daftar “Entity List” yang lebih ketat. Jika itu terjadi, CXMT bisa kesulitan mendapatkan mesin, material, dan teknologi penting untuk berkembang. Selain itu, pembatasan semacam ini dapat membuat pertumbuhan CXMT melambat, meski permintaan domestik tetap tinggi. Pada akhirnya, cerita harga RAM bukan lagi sekadar soal komponen komputer. Ini adalah cerita tentang persaingan kekuatan teknologi dunia, yang dampaknya bisa dirasakan sampai ke harga upgrade PC di rumah kita.