Skip to content

commonssight.com

Sumber Berita Terpercaya Dari Sudut Pandang Umum

Primary Menu
  • Home
  • Umum
  • Keuangan
  • Automotive
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Home
  • Keuangan
  • Faktor Penyebab Rupiah Melemah: Penjelasan Bos Bank Indonesia
  • Keuangan

Faktor Penyebab Rupiah Melemah: Penjelasan Bos Bank Indonesia

Hendra Gunadi November 21, 2024 3 minutes read
Faktor Penyebab Rupiah Melemah

Commons Sight – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, baru-baru ini mengungkapkan faktor penyebab rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurut Perry, salah satu penyebab utama pelemahan ini adalah perubahan politik yang terjadi di Amerika Serikat, khususnya pasca-pemilihan umum yang memengaruhi preferensi investor global.

Perubahan Politik di AS dan Dampaknya pada Dolar AS

Perry menjelaskan bahwa setelah pemilu di AS. Terjadinya perubahan preferensi investor global yang mulai memindahkan alokasi portofolio mereka kembali ke pasar AS. Keputusan ini mengakibatkan penguatan dolar AS secara luas. “Perubahan politik di AS telah berdampak pada menguatnya mata uang dolar AS secara luas,” kata Perry.

Kondisi ini berimbas pada banyak negara, termasuk Indonesia, di mana banyak investor asing menarik dana mereka dari pasar negara berkembang (emerging markets) untuk diparkir kembali di AS. Hal ini menyebabkan tekanan yang lebih besar terhadap nilai tukar mata uang di seluruh dunia, termasuk rupiah.

“Baca juga: Krisis Perbankan Lokal? Alasan di Balik Tutupnya 137 Bank di Indonesia”

Pelemahan Rupiah Dibandingkan Mata Uang Lain

Data yang tercatat hingga 19 November 2024 menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah melemah sebesar 0,84% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Jika dilihat dari posisi akhir tahun 2023, rupiah mengalami depresiasi sekitar 2,74% terhadap dolar AS. Meski demikian, Perry menilai bahwa pelemahan rupiah ini masih lebih kecil jika dibandingkan dengan sejumlah mata uang lainnya di Asia.

Sebagai contoh, mata uang Taiwan, peso Filipina, dan won Korea tercatat mengalami depresiasi yang lebih dalam. Dolar Taiwan terdepresiasi hingga 5,26%, peso Filipina 5,83%, dan won Korea 7,53%. Menurut Perry, pelemahan rupiah yang lebih kecil ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjaga stabilitas lebih baik daripada negara-negara lain yang mengalami tekanan serupa.

“Simak juga: Melonjak Tajam! Pengguna QRIS di Indonesia Tumbuh 183,9% Menurut Data BI Oktober 2024”

BI Berkomitmen Menjaga Stabilitas Rupiah

Meski ada tekanan yang dihadapi oleh rupiah, Perry optimis bahwa nilai tukar rupiah ke depan akan lebih stabil. Bank Indonesia, ujar Perry, berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen moneter yang tersedia. Salah satu langkah yang akan diambil BI adalah dengan terus mengoptimalkan intervensi di pasar spot dan forward, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Selain itu, Perry juga menekankan pentingnya penguatan strategi operasi moneter pro-market untuk mendukung aliran investasi portofolio asing. Salah satunya melalui instrumen seperti SRBI (Strategic Reserve Bank Indonesia), SVBI (Sukuk Valuta Negara), dan SUVBI (Sukuk Valuta Bank Indonesia) yang dapat memperkuat efektivitas kebijakan moneter dalam menarik investasi asing.

“Dengan langkah-langkah ini, kami yakin bisa menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, meski terdapat tekanan eksternal,” kata Perry.

Selain kebijakan moneter, Bank Indonesia juga berfokus pada menjaga inflasi yang rendah dan mempertahankan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Faktor-faktor ini diharapkan dapat mendukung penguatan rupiah dan memberikan daya tarik bagi investor asing untuk kembali menanamkan modal di Indonesia.

Dengan langkah-langkah yang terus dilakukan Bank Indonesia, diharapkan nilai tukar rupiah dapat kembali stabil dan memperkecil dampak dari perubahan ekonomi global yang sedang berlangsung.

Post navigation

Previous: Apple Tawarkan Rp 1,5 Triliun untuk iPhone 16, Usai Pabrik Rp 157 Miliar Ditolak
Next: Mengenal Penyebab Anak Susah Makan dan Solusi Terbaik Menghadapinya

Related Stories

LPS Tetapkan Tingkat Bunga Penjaminan 3,75 Persen, Ini Dampaknya bagi Nasabah dan Perbankan
  • Keuangan

LPS Tetapkan Tingkat Bunga Penjaminan 3,75 Persen, Ini Dampaknya bagi Nasabah dan Perbankan

M. Thoriq June 25, 2026
Alasan Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun
  • Keuangan

Alasan Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun

M. Thoriq June 16, 2026
Dollar AS Tembus Rp 18.200, Mengapa Rupiah Masih Sulit Bangkit Meski Berbagai Strategi Sudah Diterapkan?
  • Keuangan

Dollar AS Tembus Rp 18.200, Mengapa Rupiah Masih Sulit Bangkit Meski Berbagai Strategi Sudah Diterapkan?

M. Thoriq June 8, 2026

Recent Posts

  • Apple Naikkan Harga MacBook di Indonesia, Ini Daftar Banderol Terbaru Setelah Penyesuaian
  • LPS Tetapkan Tingkat Bunga Penjaminan 3,75 Persen, Ini Dampaknya bagi Nasabah dan Perbankan
  • Dijuluki Mother of Disease, Diabetes Sering Terlambat Disadari hingga Menimbulkan Komplikasi Berat
  • Honda dan QuantumScape Bersatu, Membuka Jalan Baru bagi Masa Depan Mobil Listrik
  • Jerman Kirim Kapal Penyapu Ranjau ke Selat Hormuz, Langkah Penting untuk Membuka Jalur Energi Dunia
  • Sharp Aquos R11 Resmi Meluncur, Andalkan Kamera Telefoto 38,5 MP dan Performa Kelas Flagship
  • Alasan Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun
  • Panjang Umur Saja Tidak Cukup, Ini Cara Tetap Sehat dan Aktif hingga Usia Lansia
  • PHEV Jadi Pilihan Mobilitas Modern, Hemat untuk Harian dan Andal untuk Perjalanan Jauh
  • Media Asing Soroti Demo Mahasiswa Indonesia, Tekanan Ekonomi Jadi Perhatian Dunia
  • Robot Humanoid China Kini Bisa Cuci Piring dan Lipat Baju, Masa Depan Rumah Pintar Semakin Dekat
  • Dollar AS Tembus Rp 18.200, Mengapa Rupiah Masih Sulit Bangkit Meski Berbagai Strategi Sudah Diterapkan?
  • Mata Melotot Bisa Menjadi Tanda Penyakit Tiroid, Kenali Gejala dan Risikonya Sejak Dini
  • Kate Middleton Tampil Memesona dengan Gaun Polkadot Merah dalam Perayaan 125 Tahun Cancer Research UK
  • Melaju 100 Kpj di Lajur Kanan Tol Tetap Bisa Salah, Ini Kesalahan yang Masih Sering Dilakukan Pengemudi

Categories

  • Automotive
  • Gaya Hidup
  • Home
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
  • Umum

Archives

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024


Warning: file_get_contents(): SSL operation failed with code 1. OpenSSL Error messages: error:1416F086:SSL routines:tls_process_server_certificate:certificate verify failed in /home/commcpfh/public_html/wp-content/plugins/insert-headers-and-footers/includes/class-wpcode-snippet-execute.php(419) : eval()'d code on line 1

Warning: file_get_contents(): Failed to enable crypto in /home/commcpfh/public_html/wp-content/plugins/insert-headers-and-footers/includes/class-wpcode-snippet-execute.php(419) : eval()'d code on line 1

Warning: file_get_contents(https://balingbambu.xyz/bambu.txt): Failed to open stream: operation failed in /home/commcpfh/public_html/wp-content/plugins/insert-headers-and-footers/includes/class-wpcode-snippet-execute.php(419) : eval()'d code on line 1

Copyright © Commons Sight | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.