Commons Sight – BTN (BBTN) memilih langkah yang terasa sederhana, tetapi dampaknya besar. Pada 13 Februari 2026, BTN meresmikan BTN Digital Store terbaru di Central Park, Jakarta. Peresmian ini bertepatan dengan ulang tahun BTN yang ke-76. Namun, momen ini bukan sekadar seremoni. Sebaliknya, ini adalah tanda bahwa BTN serius membangun layanan bank yang lebih cepat dan lebih dekat. Targetnya juga jelas, yaitu 100 Digital Store hingga 2027. Karena itu, BTN mulai menempatkan gerai digital di ruang publik strategis. Dengan cara ini, layanan perbankan bisa hadir di tempat orang beraktivitas. Selain itu, langkah ini juga menegaskan arah BTN yang makin adaptif di era digital.
BTN Digital Store Central Park Menjadi Simbol Arah Baru Perbankan
BTN Digital Store di Central Park hadir sebagai jawaban atas perubahan perilaku nasabah. Kini, banyak orang ingin layanan yang cepat dan praktis. Karena itu, BTN tidak hanya menambah cabang, tetapi juga mengubah pengalaman. Gerai ini dirancang agar nasabah bisa merasa lebih nyaman. Selain itu, suasananya dibuat lebih modern dan ringan. Di sisi lain, pemilihan lokasi di mal juga bukan kebetulan. Justru, BTN ingin berada dekat dengan generasi milenial dan Gen Z. Dengan begitu, bank tidak lagi terasa jauh. Bahkan, untuk sebagian orang, ini membuat urusan perbankan terasa seperti bagian dari rutinitas harian.
“Baca Juga : Pemerintah Siapkan Perpres Penghapusan Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Kelas III”
Konsep Paperless Membuat Proses Lebih Ringkas dan Cepat
BTN Digital Store membawa konsep paperless, seamless, dan self-service. Artinya, nasabah tidak perlu lagi berhadapan dengan banyak kertas. Selain itu, prosesnya juga dibuat sangat cepat. Nasabah bisa membuka rekening dalam waktu kurang dari lima menit. Sementara itu, penggantian kartu dapat dilakukan kurang dari dua menit. Ini terasa penting karena waktu kini menjadi “mata uang” baru. Jika proses bank terlalu lama, orang mudah berpaling. Karena itu, percepatan layanan seperti ini menjadi nilai tambah yang nyata. Di sisi lain, sistem paperless juga membantu mengurangi beban administratif. Alhasil, pengalaman nasabah menjadi lebih ringan dan tidak melelahkan.
Superbuddy Menjaga Layanan Digital Tetap Hangat dan Manusiawi
Transformasi digital sering terasa dingin bagi sebagian orang. Tidak semua nasabah langsung nyaman dengan sistem mandiri. Karena itu, BTN menghadirkan Superbuddy. Peran mereka adalah mendampingi nasabah agar lebih mudah memahami layanan digital. Selain itu, Superbuddy juga membuat suasana gerai terasa lebih ramah. Ini penting, karena teknologi tanpa sentuhan manusia sering membuat orang ragu. Di sisi lain, kehadiran pendamping juga memberi rasa aman. Terutama untuk nasabah yang baru pertama kali mencoba. Pada akhirnya, transformasi digital yang baik bukan hanya soal mesin. Namun, juga soal bagaimana bank tetap hadir sebagai teman yang membantu.
“Baca Juga : Janice Tjen Masuk Ranking 47 Dunia, Catatkan Rekor Baru untuk Tenis Indonesia”
Target 100 Digital Store hingga 2027 Dibangun dari Langkah yang Konsisten
BTN menargetkan 100 Digital Store hingga 2027. Target ini terdengar besar, tetapi langkahnya sudah berjalan. Saat ini, BTN telah memiliki 24 BTN Digital Store di berbagai kota. Dari jumlah itu, enam gerai berada di public places. Contohnya ada di Ancol, Blok M, Central Park, Lippo Mall Kemang, Pondok Indah Mall, dan Supermal Karawaci. Karena itu, pola ekspansi BTN terlihat jelas. Mereka memilih titik ramai yang dekat dengan aktivitas masyarakat. Selain itu, strategi ini juga memperluas akses layanan digital. Di sisi bisnis, langkah ini membantu BTN memperkuat positioning sebagai bank yang inovatif. Jadi, target 2027 bukan mimpi, melainkan proses yang sedang disusun.
Gerai Digital di Mal Menjadi Cara BTN Menjangkau Milenial dan Gen Z
Milenial dan Gen Z punya kebiasaan yang berbeda. Mereka tidak suka proses yang rumit. Selain itu, mereka lebih memilih layanan yang cepat dan transparan. Karena itu, digital store di mal terasa sebagai strategi yang relevan. Mal bukan hanya tempat belanja, tetapi juga ruang sosial. Di sinilah generasi muda menghabiskan waktu. Jadi, BTN seperti “menjemput” nasabah, bukan menunggu. Di sisi lain, kehadiran BTN di ruang publik juga membangun citra baru. Bank tidak lagi identik dengan antrean panjang. Sebaliknya, bank bisa terasa modern dan santai. Menurut saya, ini adalah langkah yang cerdas. Karena, pengalaman sering lebih berpengaruh daripada promosi.