Skip to content

commonssight.com

Sumber Berita Terpercaya Dari Sudut Pandang Umum

Primary Menu
  • Home
  • Umum
  • Keuangan
  • Automotive
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Home
  • Home
  • 5 Kesalahan Umum Saat Menolong Korban Henti Jantung yang Sering Dilakukan, Menurut Dokter
  • Home
  • Kesehatan

5 Kesalahan Umum Saat Menolong Korban Henti Jantung yang Sering Dilakukan, Menurut Dokter

commonssight October 8, 2025 4 minutes read
5 Kesalahan Umum Saat Menolong Korban Henti Jantung yang Sering Dilakukan, Menurut Dokter

5 Kesalahan Umum Saat Menolong Korban Henti Jantung yang Sering Dilakukan, Menurut Dokter

Commons Sight – Henti jantung atau cardiac arrest merupakan kondisi darurat medis yang bisa terjadi secara tiba-tiba, menyebabkan seseorang jatuh dan kehilangan kesadaran. Dalam situasi seperti ini, setiap detik sangat berharga untuk menyelamatkan nyawa korban. Menurut dr. Hasjim Hasbullah, Sp.JP, FIHA, AIFO-K, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, satu-satunya cara efektif menolong korban henti jantung adalah melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang dilakukan dengan segera dan benar.

“Teknik yang betul untuk orang sakit jantung, pertolongan pertama adalah BHD, tidak ada yang lain,” ujar dr. Hasjim dalam acara edukasi Basic Life Support (BLS) di Siloam Hospitals, Jakarta, Selasa (7/10/2025). BHD atau RJP (Resusitasi Jantung Paru) merupakan langkah pertolongan pertama sebelum tenaga medis datang. Tujuannya menjaga aliran darah dan oksigen ke otak agar korban tetap hidup sementara waktu. Namun, banyak masyarakat yang masih salah langkah saat menghadapi korban henti jantung.

Kesalahan 1: Memukul Dada dan Mengguncang Tubuh Korban

Salah satu kesalahan paling umum saat menolong korban cardiac arrest adalah memukul dada korban atau mengguncang tubuhnya agar “sadar kembali.” Menurut dr. Hasjim, tindakan ini tidak hanya salah tetapi juga berpotensi membahayakan nyawa korban.

Baca Juga : Ciri Tubuh Kekurangan Kalsium yang Perlu Diwaspadai, dari Kesemutan hingga Gangguan Mental

“Tujuan kita melakukan kompresi adalah meniru kerja jantung, yaitu memompa darah ke seluruh tubuh. Dengan memukul dada, apakah jantung akan memompa? Tidak,” tegasnya.
Alih-alih memukul dada, langkah yang benar adalah melakukan kompresi di bagian tengah dada korban dengan ritme teratur. Kompresi ini berfungsi untuk menjaga agar darah tetap bersirkulasi ke otak dan organ vital lainnya, layaknya jantung yang masih bekerja.

Kesalahan 2: Mendudukkan Korban Saat Tak Sadarkan Diri

Banyak orang mengira bahwa mendudukkan korban pingsan atau tidak sadar adalah tindakan yang membantu. Namun, menurut dr. Hasjim, posisi duduk justru menghambat aliran darah ke jantung dan dapat memperburuk kondisi korban.

“Pasien yang diposisikan duduk itu lebih kacau daripada dilakukan RJP,” ujarnya. Dalam situasi darurat, korban henti jantung harus diletakkan telentang di permukaan datar dan keras agar kompresi dada dapat dilakukan dengan efektif.
Ia menambahkan, sering kali masyarakat tidak mampu membedakan antara orang pingsan biasa dan yang mengalami henti jantung. “Makanya, BHD itu membuat orang awam pun bisa menolong karena langkahnya sederhana. Cukup cek respon dengan menepuk bahu korban cukup keras, dan bila tidak ada reaksi, segera minta bantuan,” jelasnya.

Kesalahan 3: Tidak Memeriksa Pernapasan dengan Tepat

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak memeriksa pernapasan korban dengan benar. Banyak orang hanya melihat dada korban tanpa memastikan apakah ada udara yang keluar-masuk. Dalam kondisi henti jantung, korban bisa tampak tenang, tetapi sebenarnya sudah tidak bernapas.

Menurut standar Bantuan Hidup Dasar (BHD), langkah pertama setelah memastikan korban tidak sadar adalah memeriksa pernapasan selama 10 detik dengan mendekatkan pipi ke hidung dan mulut korban. Jika tidak ada napas, segera lakukan RJP sebanyak 30 kali kompresi dada disertai dua kali hembusan napas bantuan, atau teruskan kompresi hingga bantuan medis datang.

Kesalahan 4: Panik dan Tidak Memanggil Bantuan Medis

Dalam situasi panik, banyak orang mencoba menolong tanpa terlebih dahulu menghubungi layanan darurat medis. Padahal, memanggil bantuan merupakan langkah pertama yang krusial dalam penanganan henti jantung.

dr. Hasjim menegaskan, “Langkah pertama yang harus dilakukan adalah meminta tolong. Saat satu orang melakukan kompresi dada, orang lain bisa segera menelepon ambulans.”
Selain itu, jika tersedia, mintalah alat AED (Automated External Defibrillator) yang bisa digunakan untuk membantu mengembalikan irama jantung korban. Alat ini kini banyak tersedia di tempat umum seperti bandara, stadion, dan pusat perbelanjaan.

Kesalahan 5: Berhenti Melakukan Kompresi Terlalu Cepat

Kesalahan terakhir yang sering terjadi adalah berhenti terlalu cepat saat melakukan kompresi dada karena merasa lelah atau mengira korban sudah membaik. Padahal, kompresi dada harus dilakukan terus-menerus tanpa jeda panjang hingga bantuan medis tiba atau korban menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

“Dengan mengompresi dada korban secara konsisten, kita meniru kerja jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh,” jelas dr. Hasjim. Konsistensi dalam melakukan kompresi dengan kedalaman sekitar 5 cm pada ritme 100–120 kali per menit sangat penting agar oksigen tetap mengalir ke otak korban.

Pentingnya Edukasi BHD bagi Masyarakat

dr. Hasjim menekankan pentingnya edukasi Bantuan Hidup Dasar untuk masyarakat umum, termasuk pelajar dan pekerja di tempat umum. Semakin banyak orang memahami teknik dasar BHD, semakin besar peluang korban henti jantung untuk diselamatkan.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap menit keterlambatan melakukan RJP menurunkan peluang hidup korban hingga 10 persen. Oleh sebab itu, kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama sebaiknya dimiliki oleh setiap individu.

Kesimpulan: Bertindak Cepat Bisa Menyelamatkan Nyawa

Henti jantung adalah kondisi darurat yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Kesalahan kecil dalam memberikan pertolongan dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengetahui cara menolong korban henti jantung dengan benar, yaitu dengan melakukan BHD segera, tidak memukul dada, tidak mendudukkan korban, serta memastikan bantuan medis datang secepatnya.

Mengetahui langkah pertolongan yang tepat bukan hanya soal pengetahuan medis, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama. Dengan penanganan yang cepat dan benar, peluang hidup korban bisa meningkat hingga dua kali lipat.

Post navigation

Previous: Makam Firaun Amenhotep III di Mesir Resmi Dibuka Kembali Setelah 20 Tahun Renovasi
Next: Suzuki Tampilkan Tiga Modifikasi Ekstrem: Fronx Street Performance, Jimny Urban Explorer, dan New Carry Adventure Utility Truck

Related Stories

Varian Covid-19 NB.1.8.1 Dominan di Singapura, Waspadai Gejala Ini
  • Kesehatan

Varian Covid-19 NB.1.8.1 Dominan di Singapura, Waspadai Gejala Ini

M. Thoriq May 22, 2026
Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Bertambah, Kanada Konfirmasi Penumpang MV Hondius Positif
  • Kesehatan

Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Bertambah, Kanada Konfirmasi Penumpang MV Hondius Positif

M. Thoriq May 17, 2026
Tak Perlu Panik Virus Hanta, Ini Cara Sederhana Mengurangi Risiko Infeksi Sejak Dini
  • Kesehatan

Tak Perlu Panik Virus Hanta, Ini Cara Sederhana Mengurangi Risiko Infeksi Sejak Dini

commonssight May 14, 2026

Recent Posts

  • Bom Bunuh Diri Guncang Kereta Militer Pakistan, Puluhan Tentara Tewas di Tengah Konflik Balochistan
  • Tak Perlu Hapus Aplikasi, Ini Cara Membersihkan Memori HP yang Penuh dengan Aman
  • Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas 527 Gram ke Malaysia
  • Varian Covid-19 NB.1.8.1 Dominan di Singapura, Waspadai Gejala Ini
  • Kijang Krista Disulap Jadi Monster Off-road, Biayanya Setara Zenix Hybrid
  • Pemerintah Siap Bahas RUU Pemilu, tapi Masih Tunggu DPR
  • Data Center Diam-diam Sedot 30 Juta Galon Air Saat Warga Dilanda Kekeringan
  • Ekonom: Pelemahan Rupiah Bisa Ancaman PHK dan Ekspansi Industri
  • Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Bertambah, Kanada Konfirmasi Penumpang MV Hondius Positif
  • Tak Perlu Panik Virus Hanta, Ini Cara Sederhana Mengurangi Risiko Infeksi Sejak Dini
  • Rupiah Tembus Rp 17.516, Gejolak Timur Tengah Bikin Pasar Keuangan Kembali Tegang
  • Snapseed Bangkit Lagi, Aplikasi Edit Foto Google Kini Lebih Modern dan Punya Kamera Film
  • Skandal Korupsi Guncang Militer China, Dua Mantan Menteri Pertahanan Divonis Mati
  • Chery QQ Siap Meluncur di Indonesia, Mobil Listrik Kompak yang Siap Ubah Gaya Hidup Perkotaan
  • 6 Cara Styling Jaket Jeans untuk Wanita Usia 55 Tahun agar Tetap Chic dan Elegan

Categories

  • Automotive
  • Gaya Hidup
  • Home
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
  • Umum

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024

Sudut LapanganCombatpediaTinta BeritaKuliner HariankuLuxurious BakingLacak Jejak Sejarahkilas sepak bolaindokulinerbeautyniquejawara beritawellnesiahubastralythickuliner viralatletic zone hubzoonestifysorotan hari iniBerita KecelakaanInformasi Harga SahamUpdate Seputar Berita PenipuanInformasi Seputar Harga EmasBerita Kecelakaan TerkiniBerita PenipuanInformasi Tentang EmasHarga Semen IndonesiaInformasi Kenaikan Harga EmasHarga SemenBerita Seputar EsportBerita Seputar KacaFashion IndonesiaBerita Harian SejatiUpdate Berita TerpercayaBerita Utama TerupdateSeklas Kabar BeritaInformasi Berita Bola TerkiniInformasi Berita CepatBerita Terbaru TerpopulerBerita Harian CepatSeputar Berita BolaPacu BeritaUpdate TeknoRanah AutoRumpi TetanggaMega Otomotifdunia faunaJelajah FaunaTatoo Art IndonesiaLoves Diet SehatSkena FashionMPOTURBO Akses Situs Resmi Terpercaya 2025prediksi master hari iniUnited GamingFundacion RapalaFakta SehariTren HarapanGadgetkanGosipliciousiNewsComplexiNewsFootballPollux TierFoomer OfficialCommon SightJurnal TempoRuang MistisiNews CombatOhana MagazineLove Food Ready MealsPetite PaulinaBeauty RivalSpecialty Network SllcFilm Terbaru Penuh Pesan MoralMovie AutoAlmansorsMayumioteroCipta WacanaSekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia SurabayaRound Rock JournalBiobaeckereiBornheimerBukemersanacokyakisirTrans To FindBrivifyjurnalsiantarsunggallabuhanhelvetiasidamanikajibatajohortobadreamsiantarmentanggerangpanatapanpancurbatumarihatbatangkuisparluasanbatumenangisrawanberitahobigosipbimahokibimahokibima88prabangkara newsyourbestieSekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah PemudaHarga Emas Realtimebudaya dan alam sulawesi baratbendera138wisma138 loginwisma138 daftarwisma138 link alternatifsensa69sensa69 loginsensa138 link alternatifsensa138 daftarsensa138 loginAloha4d Link Game Terpercayaaloha4d situs slot online tergacorEystone Developmentsensa138 situs game online teramanbendera138 situs slot terupdate sensa138 situs game sensasionalpenelitian terkini perubahan rtppengamatan rtp live modern arahpola aktivitas terkini arahstrategi layering ritme kemenanganstrategi mental pemain ritmeanalisis mendalam rtp live polaanalisis perilaku permainaninterpretasi rtp digital arah permainanmetode observasi spin pemain lamapemetaan aktivitas pemain polamanajemen modal putaran acak bikin penasaranparadoks dibongkar lewat analisa statistikpengolahan statistik jadi sorotan digitalputaran acak pendekatan terpercayaputaran acak permainan digitalputaran acak ubah pendekatan pemaintren putaran acak jadi perhatiananalisa rtp dan putaran acakdata putaran acak modern baca momentumilusi keberuntungan putaran acakstrategi pola digital harianpanduan ritme digital modernstrategi adaptif momentum positifwaktu ritme digital terbaikrahasia pola digital modernpendekatan pergerakan digital fenomena ritme menarik modernpengamatan pola visual modernsimulasi ritme interaktifstudi perilaku dan momentumpiala dunia momentum strategis pemain modernintegrasi data dan analisis strategiperan rtp dalam keputusan bermainpengelolaan waktu untuk fokus permainananalisis ritme dan momentum permainanpola multiplier untuk stabilitas bermainstrategi modal minimal untuk hasilfaktor penentu pola kemenanganstrategi pergantian hari untuk momentumanalisis pola potensi hasil maksimalintegrasi data dan intuisi modernanalisis ritme untuk keputusan optimalstrategi frekuensi bermain pada momentumpola multiplier untuk profit harianpiala dunia momentum strategis globalpemanfaatan rtp untuk stabilitas permainanpengaturan waktu bermain lebih terarahpendekatan analitis untuk pemahaman pola bermainidentifikasi pola tersembunyi adaptifstrategi modal minimal untuk stabilitasfenomena digital baru mulai ramai dibahas anak mudatren hiburan modern ini diam diam semakin populerbanyak orang mulai mengikuti pola viral terbaruaktivitas malam hari ini mendadak jadi perhatian publikkomunitas online mulai ramai membahas fenomena baruperubahan tren digital ini mulai terlihat signifikancara lama perlahan mulai ditinggalkan banyak penggunafenomena virtual ini tiba tiba muncul di berandabanyak pengguna mengaku mengalami perubahan tak terdugaaktivitas digital ini mendadak viral di media sosialteknik hold spin strategiteknik manual spin konsistensiteknologi modern ungkap strukturtrik analisis ritmis pola rngdata rtp live perubahan ritmefreespin aktif pola rngmahjong wins pola data putaranritme tersembunyi pola tidak biasastudi pola potensi menangstudi sistem dinamis ritmepiala dunia momentum global penggemarstrategi bermodal ringan yang efektiffaktor penentu sistem dan optimalisasistrategi pergantian hari ritme permainanpemahaman rtp untuk keputusan stabilpengelolaan waktu bermain untuk stabilitaspendekatan analitis terpadu untuk peluang optimalstrategi data dan intuisi risikopengaruh pola multiplier terhadap stabilitasanalisis ritme untuk peluang konsistenperubahan hasil yang cenderung lebih konsistenpola pikir stabilitas returnpola return modern strategi adaptifritme aktivitas prediksi visualsinkronisasi momentum digital hasil optimalsistem adaptif teknologi prediktif returntren komunitas digital stabilitas returnvalidasi statistik return lebih stabiljam aktivitas interval putaran returnpendekatan dinamis strategi efisiensi

Copyright © Commons Sight | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.